Untuk Lelaki Pembuat Roti

Peeta-Mellark

Teruntuk Peeta Mellark*,

My feeling for you has always been real, Peeta.

Sama seperti yang selalu kamu katakan pada Katniss berulang-ulang. Aku tahu menunjukkan rasa sayangku padamu, seperti mengorbankan diriku di The Hunger Games layaknya Katniss yang berjuang untukmu. Bahkan aku bisa lebih baik lagi darinya. Aku tak perlu berpura-pura untuk mencintaimu hanya demi memenangkan acara tahunan The Hunger Games. Aku bisa dan mau mencintaimu tahunan lamanya bila waktu mengizinkan. Perempuan mana yang takkan jatuh cinta pada lelaki sepertimu?

Aku akan selalu peduli padamu.

Aku akan dengan setia menemanimu berbicara sembari melukis. Bahkan, hei, aku memang pandai melukis.

Bila kamu bertanya padaku apa yang aku tahu tentangmu, maka ini jawabannya;

Aku tahu kamu pembuat roti. Kamu selalu senang tidur dengan jendela terbuka. Kamu tak pernah minum teh dengan gula. Dan kamu selalu memberikan simpul ganda tali sepatumu.

Tidakkah itu cukup bagimu, Peeta?

Bahwa aku tahu kamu seperti bunga dandelion di musim semi. Bahwa kamu adalah cahaya matahari pagi. Bahwa seperti Katniss, aku sadar bahwa aku akan jadi satu-satunya yang hancur bila kamu tak ada.

I realized only one person will be damaged beyond repair if Peeta dies. Me.

Bahwa aku akan menjawab dengan satu kata, “Always.” untuk setiap pernyataan, “Stay with me.” darimu.

Bahwa aku ingin menjadi bagian mimpi burukmu ketika kamu tahu bahwa kamu kehilanganku. Bahwa kamu bahagia ketika sadar aku membutuhkanmu.

Tetapi, beberapa hal sebaiknya berjauhan saja. Layaknya aku dan kamu.
Continue reading “Untuk Lelaki Pembuat Roti”