Wedding Venue Impian

Nope, I’ve never had one. Saya sampai detik ini belum punya wedding venue impian. Previous years ago, saya memilih venue nikahan yang dekat dengan rumah saja, biar gampang. Sekarang, karena tinggal dan bekerja di Jakarta, dan Ibu saya sering ke Jakarta, maka diputuskanlah untuk akad nikah dan resepsi di Jakarta. Makasi Ibuk!

Dimulailah mencari venue buat akad dan resepsi, so here’s the list, siapa tahu berguna;

1. Aula Masjid Raya Bintaro Sektor 9, Jl. Maleo Raya Bintaro Jaya Sektor 9 (blkg Mc D & Bintaro 9 Walk)
Harga sewa tahun 2014 : Rp 6,000,000
Akad Nikah di Masjid : Rp 500,000 – 1,000,000
Kapasitas : 600 orang/300 undangan
PIC : Ibu Tini

Kekurangan : ceiling/atap-atapnya yang rendah
Kelebihan : untuk yang ingin mengundang tamu yang tidak begitu banyak, aula masjid ini rekomen sekali,
pas.

2. Foodbank, Lantai 1, Griya CIMB Niaga 2, Bintaro Sektor 7
Harga sewa tahun 2014 : Rp 8,000,000
Kapasitas : 600 orang/300 undangan
PIC : Ibu Flora (021) 7486 2001

Kekurangan : sekali lagi, ceilingnya rendah, dan karena pada siang hari digunakan untuk foodcourt,
maka banyak area foodcourt yang akan memerlukan perhatian lebih di bagian dekorasinya
Kelebihan : tidak ada charge rekanan, boleh menggunakan catering dan dekor dari manapun free of
charge, satu hari hanya satu acara, tempat yang strategis

3. Gedung Pusrehab Bintaro, Jl. Veteran, Bintaro
Harga sewa tahun 2014 : Rp 4,500,000 – 5,000,000
Kapasitas : 600 orang (300 undangan) – 800 orang (300 undangan)
PIC : Pak Warsito (02173888901)

4. Sesko AL, Jalan Ciledug Raya, Komplek Seskoal, Cipulir
Harga sewa tahun 2014 : Rp 5,000,000
Kapasitas : 600 orang (300 undangan) – 800 orang (300 undangan)
PIC : –

5. Balai Makarti, Depnakertrans seberang TMP Kalibata -Kalibata City Square
Harga sewa tahun 2014 -2015 : Rp 5,000,000
Akad nikah : Rp 750,000
Kapasitas : 600 orang/300 undangan
PIC : Ibu Shanty/Yuni (021 7993376)

Kekurangan : daerah macet
Kelebihan : ceilingnya tinggi, nuansa adat jawa dengan atap Joglonya itu bagus banget dan murah

Dan pilihan jatuh ke Balai Makarti, selain ceiling tinggi ala jawa yang serba coklat, parkirannya luas, dan strategis. Hanya saja sedikit saran, jangan menggunakan dekor yang juga serba jawa dengan nuansa coklat karena akan terlihat gelap.

Buat para calon pengantin yang mau menyontek, silakan loh dihubungi nomor-nomor di atas. Semangat!

365 days Before …

Someone has just asked me to marry him, and I said yes. The whole family said yes too. Finally, si Mamah dan Papah realized that it’s time to let their daughter go, udah gede, udah waktunya kawin, eh nikah. And now, I fully understand why they kept saying ‘nikah ntar dulu, jangan buru-buru’ previous years ago, karena nyiapin nikahan itu ribet, sodara-sodara.

Alhamdullilah, ada mas-mas lucu nan ganteng yang gak khilaf baik hati dan mau ama saya. Makasih ya, Oom, for finding me, I wish we had met sooner, but still, Alhamdullilah. *cipok basah*

Cerita bagaimana ketemu si mas-mas ini lain waktu aja ya, this time, I’m not going to write a story, or a flash fiction, this time I’m writing something real, this time, I do really use this blog as a diary.

Why the hell this post titled as ‘365 days before’? Because, that’s exactly the time that we need to prepare the wedding. Did I just write ‘wedding’?

So here’s I’ll share you what you and your husband/wife to be need to prepare;

1. The budget. Duitnya darimana? Orang tua ikutan saweran atau pure dari kalian berdua? In my case, it’s the two of us who will pay. Salah satu tanda sayang buat orang tua kami masing-masing, eh banyakan si mas sih yang ngasih. *jujur banget*

2. Menentukan Tanggal. Monggo, ditentukan either setelah bicara dengan orang tua atau sebelum. Saya menentukan tanggal pernikahan setelah rembukan dengan si mas dan seberapa banyak tabungan kami cukup untuk membiayai pernikahan ini nanti.

3. Buat Check List, saya mengadaptasi wedding checklist yang dibuat salah satu blogger, Retno Lestari. Tapi, kalau mau menggunakan yang sudah saya update, silakan klik Wedding Check List – Wangi

4. Mulai cari kontak gedung yang kamu inginkan, telpon catering, blog walking ke some wedding blogs, banyak-banyak cek review di situs weddingku. Personally, situs ini lengkap sekali.

5. Banyak berdoa. (dan bekerja buat nambahin dananya)

Di post berikutnya, saya akan cerita tentang venue dan catering.