10 Funny Questions to Ask a Girl on First Date

I made this post especially for the boys (not the guys) because boys will always be boys. What should you ask to a girl on a first date? The power of first date terkadang bisa menentukan nasib percintaan kalian, apakah bisa lanjut jadi pacar sampai pelaminan atau selamanya gebetan.

(((SELAMANYA GEBETAN)))

First date adalah persamaan dari first impression.

So, here’s the questions!

1. What did you think of me when you first saw me?

2. Is there anything you would like change about yourself?

3. What is the wildest thing you have ever done?

4. First kiss?

5. Apa hal paling memalukan yang kamu pernah lakukan?

6. Your most memorable first date

7. Kamu bakal mau nggak aku ajak lagi for a second date?
(Depends on how this date is going) 😀

8. Your iPod Playlist!
(Your playlist define your personality)

9. Do you have any addictions? Kecanduan akan apa?
(Kamu.) *Munntah*

10. Are you an early morning person or a late night person?

Coba deh kalian praktekin pertanyaan-pertanyaan diatas. Nggak jaminan bakal jadi pacar langsung ya. SELAMAT MENCOBA!

Sejoli

My new book is available at the bookstores now!

Sejoli is my debut novel that will be published this month via Sekata Media Publisher.
Check their website here.
Twitter here.

Untuk pembelian #Sejoli via saya, silakan mensyen saya di twitter @WangiMS, tinggalkan komen di bawah post ini atau email saya di wangi_susilo@yahoo.com.

Harga buku Rp 35,000 dan buku sudah saya tanda tangan. Secara acak, saya akan memberikan merchandise untuk teman-teman yang membeli buku via saya.

Tunggu kontes review novel saya ini segera ya! Don’t miss it 😀

Sejoli : A debut novel by Wangi Mutiara Susilo
Sejoli : A debut novel by Wangi Mutiara Susilo

Kenya : “Does he make you laugh?”
Rayya : “At least, he doesn’t make me cry.”

Buat Rayya, Kenya adalah seorang part time lover dan full time good friend. He’s number 1 on her speed dial button. Melewati hari Kamis yang notabene adalah hari paling dibenci Rayya bersama dengan cowok itu memberikan kesenangan sendiri. Amazing guy, itulah predikat yang Rayya sematkan diam-diam untuk Kenya.

Bagi Kenya, Rayya adalah his number one and two dalam bucket list-nya. Belum ada seorang cewekpun yang bisa melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda dan tetap bisa membuat Kenya tertawa dengan mudahnya. Namun, mencintai dan menjadikan Rayya sebagai pacar adalah dua hal yang berbeda buat Kenya. Dia takut melakukan yang kedua. Terlalu ngeri membayangkan sahabatnya menjauh kalau kelak dia menyatakan cinta.

Dua sahabat. Satu kisah tentang cinta diam-diam dan menyimpan rasa. What if you find soul mate and best friend in one person that you least expected?

Catering!

I know I know, I got you bored with this wedding thingy, hang on there ya, dear my fellow readers. 😀
Catering buat nikahan adalah persoalan pelik. Ini urusan perut orang banyak, kalau istilah mama saya adalah “Elek diomong, apik yo diomong”. Dan perjalanan saya dan si mas nyari catering sudah dimulai dari beberapa minggu lalu, si mas sempat berpikir ini acara cari catering cuma sebagai “Asik, makan-makan glatis”, no it’s not.

Ternyata menentukan catering buat pernikahan itu susah-susah gampang. Ada catering yang makanannya sumpah enak, dekornya oke, harga murmer eh ternyata marketingnya susah dihubungi, serasa patah hati. Ada yang makanannya oke, harga oke, eh dekornya so-so. Ada yang marketingnya baik dan ramah, tapi dekor dan makanan yang so-so, harganya nguras tabungan, ribet ye. Ada yang udah cocok semua, mamak daku bawel. Duh Gusti, mau mewek dan juga pengen ketawa.

Saya juga baru tahu kalau paket pernikahan dari catering itu sekarang sudah include subsidi gedung bahkan termasuk charge gedung. Mari kita ucapkan hamdalah bersama-sama. Jadi nggak usah mikir charge catering dan dekor yang bukan rekanan dari gedung yang kita mau.

Sudah menentukan gedung? Karena selain jumlah undangan, gedung juga menentukan harga paket catering dan dekor yang ada.

Ini dia list catering yang sudah sempat saya hubungi untuk tanya harga dan dan juga test food;

1. Amira Catering
PIC : Mbak Ima (0857.4567.7227)
Mas Riyo (0812.9312.3449)
Mas Basri (0877.8069.5930)

Catering: pertama kali datang buat food test di Amira Catering yang sedang perform di PLN Duren Tiga, I was amazed, serius makanan mereka enak-enak. Empal gentong, daging krengseng, chicken katsu, sate ayam, even pudding flanya enak. I give them 9/10.

Dekor: keren! Coba deh cek web mereka dan gugling review dekor mereka di beberapa blog. Kalau memang berniat untuk mencari dekorasi gedung yang manis, vintage, penuh bunga, Amira wajib dilirik.

Marketing: Diantara 3 orang PIC diatas, yang paling mudah dihubungi adalah Mas Riyo.

Anyho, Amira juga punya satu bad review. Disini.

Amira Catering

2. Naurah Catering
PIC : Mas Robi (0813.8970.0573)

Catering : Sama enaknya sama Amira. Duh, andai perut muat makan banyak, lha napas aja kayaknya badan udah nambah setengah kilo. Daging balado basahnya juara nian rasanya.

Dekor : Sama cakepnya kayak Amira! Iyeeeeyyy. Sedihnya hanya ketika saya ingin gebyok putih, kena tambahan charge. *pecahin celengan ayam*

Marketing : Mas Robi dan marketingnya Mbak Novi super baik dan gampang banget buat dihubungi. Banyak yang bilang sebelum ada Naurah dan Amira, dulu ada Alief Catering (Ownernya adalah Mas Robi dan Mbak Ima), lalu mereka pisah dan masing-masing punya catering sendiri.

Pohon sakura inceran saya
Pohon sakura inceran saya

3. Nendia Primarasa
PIC : Mas Ado (0813.1558.8774)
Resti (Owner) (0878.8588.5576)

Catering : Makanan mereka juga oke nih, tapi untuk harga agak sedikit mahal daripada Amira dan Naurah. Sop Tekwannya juga henaaakk, si mas sampe nambah entah berapa kali.

Dekor : so-so, bagus kok, tapi nggak yang bagus buaaangeeeet.

Marketing : Mas Ado ini super ramah, yuk cyin, tapi ketika ketemu dan ngobrol ada perkataan dia yang agak gak sreg di hati, agak menyinggung, perhaps he was just being honest, but still, you’re a marketing people. Anyhow, Nendia ini rekomen banget kok.

4. Hendra Pelangi Catering
PIC: Mbak Dina (0812.1214.9197) – (0878.8834.9507)

Catering : Makanannya enak juga, tapi nggak ada yang menonjol. Biasa gitu deh. *Jadi enak atau biasa, Nje? Mbuh* Zuppa soup oke, tapi untuk makanan yang lain buat saya pribadi nggak memorable

Dekor : So-so, khas dekor kawinan jaman sekarang

Marketing: Mbak Dina dan marketing dari HPC ini seriusan baik. Selalu approach duluan, telpon atau WA. Ngajakkin TF berkali-kali juga. Untuk harga, HPC ini diatas Nendia.

5. Diandri Catering
PIC : Pak Fardian (0813.1012.3976)

Berhubung saya belum sempat Food Test dengan Diandri, jadi belum bisa komentar apa-apa, tapi Pak Fardiannya ramah banget, untuk dekor lumayan cakep, meskipun jarang sekali orang-orang review dengan catering ini.

Overall, ini hanya sekedar komentar ya, keputusan tetap pada si calon pengantin. Kalau si mas sih terserah saya terus biasanya. *ngakak*

Kalau ada yang ingin PL dari catering-catering diatas, please just leave your email di kolom comment, I’ll try my best untuk kirim sesegera munkin ke kalian.

Nikah Hemat yang Nggak Murahan

Sesuai judulnya, disini aku akan membahas tentang mengatur bujet untuk nikahan. Di jaman sekarang, yang harga BBM baru saja naik sebesar 30% buat masa depan bangsa yang lebih baik, biaya nikahan pun nggak tanggung-tanggung naiknya. Nggak kebayang kelak punya anak biaya pernikahannya bijimane deh ngumpulin duitnye. *korek-korek dasar tabungan*

Nikah memang sekali seumur hidup, tapi juga nggak harus nikah dengan resepsi mewah yang menghabiskan uang ratusan juta, eh, buat yang punya bujet lebih sih silakan ya, karena bujet kami berdua terbatas, jadi sebisa mungkin kami menghemat.

Berikut adalah apa-apa saja yang bisa dihemat ketika menyiapkan pernikahan:

1. Box/Kotak Seserahan
Silakan pinjam, karena toh beli baru juga akan menghasilkan box/kotak seserahan yang kita nggak tahu akan dibuat apalagi. Harga 1 box/kotak seserahan berkisar di harga Rp 50,000 – 500,000. Lumayanlah ya kalau bisa pinjam. Aku juga tidak rekomendasi sewa yang dengan harga beti alias beda tipis. Sekarang, hubungi teman-teman yang telah melangsungkan acara Lamaran/Seserahan, dan pinjam box-nya.

Tapi buat kalian yang tetap ingin beli, silakan deh cek web ini : Rumah Hantaran.

2. Undangan/Kartu ucapan terima kasih
Bikin sendiri! Karena aku punya banyak teman baik hati dan si mas juga pintar dengan photoshop, aku minta mereka untuk bantu design. Printing akan kami lakukan sendiri dengan printer laserjet yang kami punya. Yes, murah meriah!

Buat kalian yang tidak ingin design, banyak sekali web yang menyediakan free printable wedding invitation. Jangan samakan website-website ini dengan hasil printing di pasar Tebet yang design-nya sejuta umat itu, jauh,yep you read this. For FREE!

~ weddingchicks
~ handcraft wedding

3. Buku Tamu
Nggak perlu beli, hari gini banyak catering yang menyediakan buku tamu dan peralatan teman-temannya sebagai bonus.

4. Foto Pre-Wed
We don’t need one. Karena aku dan si mas punya banyak koleksi foto super lucu *ditabok yang baca post ini*, nantinya foto-foto tersebut akan kami cetak dan digantung di dekat meja penerima tamu.

5. Entertainment
Kami memutuskan untuk tidak pakai band atau akustik atau organ tunggal. Nope. Kami punya playlist lagu yang kami suka dan nantinya akan di shuffle dan diputar lewat laptop. Cukup tambah sound system. Aman. Hemat dan tetap akan bisa memberikan entertainment yang menyenangkan untuk para tamu kami. Karena kalau dihitung, untuk tambah akustik, musti bayar 3,5 juta, kalau full band 6 juta, mahal aje cing. *calon pengantin yang sekarang serba itungan*

Punya ide lain untuk menghemat biaya pernikahan? Kami dengan senang hati menerima. 😀

365 days Before …

Someone has just asked me to marry him, and I said yes. The whole family said yes too. Finally, si Mamah dan Papah realized that it’s time to let their daughter go, udah gede, udah waktunya kawin, eh nikah. And now, I fully understand why they kept saying ‘nikah ntar dulu, jangan buru-buru’ previous years ago, karena nyiapin nikahan itu ribet, sodara-sodara.

Alhamdullilah, ada mas-mas lucu nan ganteng yang gak khilaf baik hati dan mau ama saya. Makasih ya, Oom, for finding me, I wish we had met sooner, but still, Alhamdullilah. *cipok basah*

Cerita bagaimana ketemu si mas-mas ini lain waktu aja ya, this time, I’m not going to write a story, or a flash fiction, this time I’m writing something real, this time, I do really use this blog as a diary.

Why the hell this post titled as ‘365 days before’? Because, that’s exactly the time that we need to prepare the wedding. Did I just write ‘wedding’?

So here’s I’ll share you what you and your husband/wife to be need to prepare;

1. The budget. Duitnya darimana? Orang tua ikutan saweran atau pure dari kalian berdua? In my case, it’s the two of us who will pay. Salah satu tanda sayang buat orang tua kami masing-masing, eh banyakan si mas sih yang ngasih. *jujur banget*

2. Menentukan Tanggal. Monggo, ditentukan either setelah bicara dengan orang tua atau sebelum. Saya menentukan tanggal pernikahan setelah rembukan dengan si mas dan seberapa banyak tabungan kami cukup untuk membiayai pernikahan ini nanti.

3. Buat Check List, saya mengadaptasi wedding checklist yang dibuat salah satu blogger, Retno Lestari. Tapi, kalau mau menggunakan yang sudah saya update, silakan klik Wedding Check List – Wangi

4. Mulai cari kontak gedung yang kamu inginkan, telpon catering, blog walking ke some wedding blogs, banyak-banyak cek review di situs weddingku. Personally, situs ini lengkap sekali.

5. Banyak berdoa. (dan bekerja buat nambahin dananya)

Di post berikutnya, saya akan cerita tentang venue dan catering.

Mas-nya mana?

La Dolce Far Nienthe, bahwa pemikiran dasar banyak orang yang kukenal adalah hidup akan terasa lebih menyenangkan ketika kita tidak perlu melakukan apa-apa. Istilah kerennya ‘ongkang-ongkang aja’. Well, that doesn’t work out for me. If I have to wake up every morning doing nothing, I’ll die of boredom. Banyak pekerjaan yang tidak akan cocok buatku; jadi istri pengusaha kaya yang tiap hari belanja ke toko-toko desainer terkemuka atau jadi sosialita yang tiap malam party sampai pagi.

Pekerjaan yang cocok buatku pun lumayan banyak, jadi fashion consultant, fashion blogger, atau fashion editor di salah satu majalah fashion terkemuka di Singapore. Well, semua yang kusebutkan di atas itu bukanlah pekerjaanku yang sesungguhnya.

Pagi ini, aku terbangun dengan kepala yang berdentum-dentum. Oh, aku ingat party sampai pagi. Wow, aku baru saja melakukan satu hal yang semestinya tak kulalukan di malam hari kerja, party sampai pagi. Apalagi hari ini, damn it aku benci hari ini, hari kamis adalah weekly meeting, meeting rutin untuk membahas masalah apa yang dihadapi oleh tim supply chain, sales, finance dan lain-lainnya; terlepas bahwa aku lahir di hari kamis, aku tetap saja tidak suka hari kamis.

“Kenapa sih benci banget sama hari Kamis?” George, my partner in crime, bertanya suatu hari.

“Karena George, aku trauma sama hari Kamis. Period.”
Continue reading “Mas-nya mana?”

Aku Benci Kamu Hari Ini

“Selamat ulang tahun, sayang Rubi. Semoga bahagia selalu betah bersamamu, ya.”

Pesan singkat di whatssapp messenger yang kamu kirimkan membuat saya mengalihkan perhatian saya dari semua pekerjaan yang sedang saya kerjakan. saya baca berulang-ulang selama lima menit sebelum akhirnya memutuskan untuk mengetikkan jawaban untukmu.

“Terima kasih, Dimas. I pray for all the best thing in the world for you.” Saya tambahkan emoticon senyum lebar.
Continue reading “Aku Benci Kamu Hari Ini”