Blueberry Muffin

Namanya Leah Isla Wiryawan. Dan dia seorang desainer.

Aku, dan mungkin seluruh penduduk Jakarta, mengenal dia dari puluhan billboard di ibukota. Bukan dia secara fisik, tapi rancangan baju yang seringkali dipakai oleh para selebriti dan para petinggi negara.

Saat itu hujan sedang mengguyur Jakarta dengan derasnya, dan kuputuskan untuk menunda waktu pulangku. Masuk ke coffee shop sebelah gedung kantorku demi menghindari menyetir mobil di tengah hujan badai. Selama 3 tahun aku bekerja, tak pernah sedikitpun ada keinginan untuk mampir ke coffee shop ini. Tak pernah.

Gemerincing pintu yang kubuka dengan bahuku dan riuh suasana coffee shop menyambutku. Hangat.

“Hot Caramel Machiato. Extra caramel. Muffin, blueberry ya.”
Continue reading “Blueberry Muffin”

Leah & Wisnu : Kamu kalau Cinta bilang aja

[Flashback]

“Le, yakin gak mau keluar rumah malem minggu ini?” Kak Lila menerobos masuk kamarku. Aku cuma menggeleng pelan.
“Beneran?” Aku mengangguk mantap.

“Leah mau baca buku aja, Kak. Belum beres nih baca bukunya.”
“Iuuhhh, baru tau kalau kamu tuh seorang geek. Oh, nerd.”
“I’m a geek and nerd, but oh well, i’m a pretty geek. Ha!”
Continue reading “Leah & Wisnu : Kamu kalau Cinta bilang aja”

Leah & Wisnu : Bunga Matahari

“Kamu suka bunga matahari?”
Aku kerapkali mendengar suara Wisnu ketika aku memandang fluorescence wall paper di tembok kantorku.

“Le, gak pulang? Udah malem ini. Are you planning to stay a night at the office?” Suara Yasmin mengagetkanku. Buru-buru kukemasi tasku.

“Gila yah Le, kamu tuh gak di Jakarta gak di Singapore tetep workaholic. Get a real life, Le.” Aku memutar bola mataku ke atas. Menenteng tas dan buku Dan Brown bersamaan. “Well, Yasmin sayang, i’m living in a real life. Like seriously.”
Continue reading “Leah & Wisnu : Bunga Matahari”