What? Travel?

We finally decided to go to Japan last April. It was our first time dan basically Fadli (that’s my husband) yang lebih semangat buat pergi ke Jepang, meskipun yang melakukan semua booking dan mengurusi detailsnya adalah saya sendiri. Biasalah, para suami ini lebih malas kalau harus mengurusi hal – hal mendetil seperti ini.

Karena ini adalah perjalanan pertama kami ke jepang, maka kami (baca: saya) memutuskan untuk pergi dengan tur. Tur yang gak terlalu tur banget, nah loh gimana tuh ceritanya. Tur yang fleksibel dalam schedule ketimbang tur terakhir saya ke Korea bareng Mama dengan Dwidaya. Pilihan saya waktu itu jatuh pada Whatravel. Sebuah agen tur dan travel yang affordable (sesuai dengan bio yang tertulis di Instagram Page mereka).

Continue reading “What? Travel?”

K For Korea

Apa yang terpikirkan kalo kita denger kata Korea? Biasanya sih ada yang teriak ‘Kim Jong Un’. Gak bisa nyalahin juga ya. Kalau saya personally sih, langsung keinget So Ji Sub Oppa. Ada yang tahu gak? Yang doyan nonton K-Drama pasti pada tahu deh, So Ji Sub Oppa ini seangkatan ama Gong Yoo Oppa. Masih gak tahu juga? Gih sana browsing dulu. Jangan ngaku suka Korea kalo gak kenal aktor papan atas macem So Ji Sub ama Gong Yoo.

Berbekal keinginan kuat supaya bisa ketemu ama mereka di Korea,-yakali aja bisa papasan gitu kan di jalan-, saya niatin gak jalan – jalan hedon selama dua tahun terakhir, ngurangin nongkrong, kerja lebih giat dan kuat-kuatin gak jajan. Sembari ngerayu suami supaya mau diajak kemari (fyi, dia Jepang minded).

Alasan lain pergi ke Korea adalah karena drama Goblin. Hokehsip.

Continue reading “K For Korea”

Menikah

Welcome to adulthood!

When you’re married, you are considered as mature enough. You’re no longer staying with your parents (in my case, I have lived in a different house from my parents since 2012). Saya hanya punya waktu 3 bulan untuk mempersiapkan pernikahan saya, dihitung dari tanggal lamaran saya.

Ada yang bilang nikah itu jodoh-jodohan sama MUA, gedung, catering dll. Bener sih, saya menentukan tanggal pernikahan juga setelah bertanya tanggal yang available di venue yang saya mau, MUA favorit saya, catering yang akan saya pakai baru info ke keluarga apakah mereka oke dengan tanggal yang kami pilih atau tidak.

Pas dapet semuanya, saya bilang, ini sih emang jodohnya saya, rejekinya pas. Pas dapet venue yang dimau, MUA favorit saya dan lain – lainnya. Meski ada kekurangan disana sini, tapi yang penting acara lancar.

IMG_0383

Continue reading “Menikah”

Dilamar

Ketika usia saya menginjak 25 tahun dan saya masih sendirian (atau mungkin saat itu sedang berada di dalam hubungan yg sulit, cailah!), saya mulai (sedikit) kuatir akan diri saya sendiri, “Ini sebegini banget ya jomblonya? Is there something wrong with me?”- Beruntunglah saya memiliki Bapak Ibu yang gak kuatir anak perempuan satu-satunya ini masih sibuk kerja (Dan sibuk main) ketimbang mikirin kapan mau kawin. After all, Ibu saya pernah bilang begini;

“Kalau mau punya jodoh yang baik, ya dirinya sendiri juga harus jadi orang baik.”

Berbekal pesan itu dan entah-udah-berapa-kali-pacaran-putus-hampir-kawin-relationship, saya berdo’a dan bilang begini, “Saya akan ketemu orang yang pas ketika saya berusia 26-27 tahun dan nikah umur 28 tahun.”

Ucapan yang baik itu adalah sebuah do’a. Karena yang berikutnya terjadi sungguh diluar dugaan, ketemu sama suami. Awal perkenalan kami pun aneh.

Dikenalkan dari seorang teman kantor, dan suami pada waktu itu menolak untuk dikenalkan pada saya karena sedang punya gebetan. Saya tertawa waktu itu, masih ada ya lelaki jujur yang bilang lagi punya gebetan dan sedang serius dengan gebetannya itu padahal dikenalin ama cewek lain. Singkat cerita beberapa minggu kemudian, suami menghubungi saya. Dan sekarang kami sudah menikah. Ketika saya sedang menulis di blog yg sepertinya udah ratusan tahun belum di-update ini, posisi suami sedang berada di ujung ruangan, sedang kerja, saya duduk di meja kerja saya sendiri.

Apakah mulus hubungan kami? Nggak tuh. Dibilang nggak mulus juga kurang tepat, yang jelas kami berdua bisa mengatasi hambatan yang muncul. Dengan dia, saya merasa tidak pernah cemburu atau kuatir dia akan selingkuh. Jujur, adalah kunci dari hubungan kami. Sudah lama sekali saya tidak pernah punya hubungan seperti ini. Klik. Effortless dan tidak head over heels, nggak menggebu-gebu.

Dilamar.

ANDK7452
Continue reading “Dilamar”

10 Funny Questions to Ask a Girl on First Date

I made this post especially for the boys (not the guys) because boys will always be boys. What should you ask to a girl on a first date? The power of first date terkadang bisa menentukan nasib percintaan kalian, apakah bisa lanjut jadi pacar sampai pelaminan atau selamanya gebetan.

(((SELAMANYA GEBETAN)))

First date adalah persamaan dari first impression.

So, here’s the questions!

1. What did you think of me when you first saw me?

2. Is there anything you would like change about yourself?

3. What is the wildest thing you have ever done?

4. First kiss?

5. Apa hal paling memalukan yang kamu pernah lakukan?

6. Your most memorable first date

7. Kamu bakal mau nggak aku ajak lagi for a second date?
(Depends on how this date is going) 😀

8. Your iPod Playlist!
(Your playlist define your personality)

9. Do you have any addictions? Kecanduan akan apa?
(Kamu.) *Munntah*

10. Are you an early morning person or a late night person?

Coba deh kalian praktekin pertanyaan-pertanyaan diatas. Nggak jaminan bakal jadi pacar langsung ya. SELAMAT MENCOBA!

Sejoli

My new book is available at the bookstores now!

Sejoli is my debut novel that will be published this month via Sekata Media Publisher.
Check their website here.
Twitter here.

Untuk pembelian #Sejoli via saya, silakan mensyen saya di twitter @WangiMS, tinggalkan komen di bawah post ini atau email saya di wangi_susilo@yahoo.com.

Harga buku Rp 35,000 dan buku sudah saya tanda tangan. Secara acak, saya akan memberikan merchandise untuk teman-teman yang membeli buku via saya.

Tunggu kontes review novel saya ini segera ya! Don’t miss it 😀

Sejoli : A debut novel by Wangi Mutiara Susilo
Sejoli : A debut novel by Wangi Mutiara Susilo

Kenya : “Does he make you laugh?”
Rayya : “At least, he doesn’t make me cry.”

Buat Rayya, Kenya adalah seorang part time lover dan full time good friend. He’s number 1 on her speed dial button. Melewati hari Kamis yang notabene adalah hari paling dibenci Rayya bersama dengan cowok itu memberikan kesenangan sendiri. Amazing guy, itulah predikat yang Rayya sematkan diam-diam untuk Kenya.

Bagi Kenya, Rayya adalah his number one and two dalam bucket list-nya. Belum ada seorang cewekpun yang bisa melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda dan tetap bisa membuat Kenya tertawa dengan mudahnya. Namun, mencintai dan menjadikan Rayya sebagai pacar adalah dua hal yang berbeda buat Kenya. Dia takut melakukan yang kedua. Terlalu ngeri membayangkan sahabatnya menjauh kalau kelak dia menyatakan cinta.

Dua sahabat. Satu kisah tentang cinta diam-diam dan menyimpan rasa. What if you find soul mate and best friend in one person that you least expected?