I Think You Are Magic

I-Think-You-Are-Magic-Art-P1

Actually, I don’t really know what I want at the moment.

Exactly. Nggak tahu sama sekali.

Ketika one girls’ night out yang aku punya tiba-tiba berubah menjadi malapetaka. Well, at least for me. It’s all started with the day Ruben proposed me. Dua hari sebelum hari pernikahanku, dua orang sahabatku, Emily dan Cindy mengajakku untuk sebuah bridal shower. Ketika acara itu berakhir, kami bergelimpangan setengah mabuk di dalam kamar hotel yang sebelumnya telah dipesan oleh Cindy.

“Truth or Dare yuk.” Ajakanku itu diiyakan dengan suara cekikikan milk kedua sahabatku itu. “Tapi, kali ini no Dare ya. Hanya Truth. Kan kita udah sahabatan lama.” Ujar Emily.

Aku mengiyakan saja karena aku merasa tak perlu yang ada disembunyikan. Satu persatu dari kami membeberkan apa yang bisa kami ceritakan. Tentunya diiringi another suara cekikikan setangah mabuk dari kedua temanku, this time I was sober. Entah kenapa, diantara dua orang sahabatku, aku adalah yang paling tidah mudah mabuk karena alkohol. Di masa-masa bangku kuliah, aku kerap kali membawa Emily atau Cindy pulang dari diskotik dengan keadaan mereka mabuk parah, dan aku masih juga sober sesadar-sadarnya.

“Giliranku. To Cindy, cowok yang terakhir kamu ajak tidur, dan kapan. And harus jujur.” Lalu kami semua tergelak. Pengaruh alkohol (dry martini untuk Emily dan Gin Tonic untuk Cindy) adalah penyebabnya. Well, aku sendiri lebih memilih untuk berpegang erat pada gelans berisi Cosmopolitan milikku.

Entah karena Cindy masih dalam pengaruh alkohol, dia memberikan jawaban yang membuatku kaku.

“Ruben dong. Dua minggu yang lalu.”

“Ruben-ku? Laki-laki yang mau kunikahi dua hari lagi?”

“The one and only.” Lalu suara cekikikan Cindy terdengar lagi. “Oh C’mon, Gwen. I’m sick of you having all the best things in the world by yourself. Karir yang oke, pacar yang baik dan mau nikahin kamu. At least gue juga pengen ngerasain Ruben. He likes me, you know.”

Sebelum pergi, aku melihat Emily menatapku dengan ngeri. “Mil, kamu tahu tentang ini semua?” No answer from her. Tidak ada jawaban artinya iya.

This is not the bachelorette night that I want.

*

So, the next day, I ended up inside a plane, dalam penerbangan menuju Jakarta dari Singapura. Sudah waktunya aku pulang. Aku pergi tanpa meninggalkan pesan apapun kepada siapapun. Panggilan telepon dari Emily dan Cindy juga kuabaikan. Ruben? Oh well.

“Gwen, how’s our mortgage? You can’t just leave me here.”

“Kamu boleh ajak Cindy tinggal di rumah itu. Kembalikan separuh dari biaya mortgagenya kepadaku. Or I’ll take it by myself. And please don’t look for me.”

Kututup telpon dari Ruben.

Setelah pesawat mendarat, kurasakan sedikit kepanikan. What am I supposed to do? Di Jakarta? No families. Where will I stay? Buat berapa lama?

Aku cukup lama berdiam diri di seatku no 21C di dalam pesawat ketika semua penumpang sudah hampir keluar semua.

“Selamat siang ibu, silakan turun dari pesawat lewat pintu depan.”

Kuanggukkan kepalaku, dan terburu-buru keluar dari pintu pesawat menuju Garbarata. And there he was. Someone that I once knew.

“Abdul?”

Dia menolehkan kepalanya. Dan disitulah dia, masih sama seperti delapan tahun yang lalu ketika aku meninggalkannya.

“Gwen?”

Dan entah mengapa melihat Abdul berdiri di depanku, di garbarata dengan beberapa orang melewati kami, aku melupakan semua masalahku. Dikhianati sahabat sekaligus mantan calon suami tidak ada di dalam daftar cemasku. Well, sekarang Ruben adalah mantan calon suami kan?

Abdul, the first guy that has ever made me fallen in love. Dan dia memelukku tiba-tiba. Yang membuatku merasa seperti kembali ke rumah. Dan aku tiba-tiba tahu apa yang aku mau.

Abdul.

I think you are Magic.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: