Bolehkah Aku?

Bolehkah aku memotong peta hanya agar jarak yang terbentang diantara kita tak pernah nyata jauhnya?

Bolehkah aku membuang kompas yang kupunya supaya kita tak perlu terburu-buru pulang?

Bolehkah aku cukup berdiri diam di sampingmu tanpa berkata-kata dan kamu tak perlu banyak bicara?

Bolehkah aku cuma begini saja?

Tapi, rasanya percuma saja. Kamu dan aku bukanlah siapa-siapa.

Kamu lebih memilih sendiri. Aku lebih banyak memilih untuk diam. Kamu lebih sering tersenyum. Aku lebih senang tertawa.

Kita tak pernah sama.

Lagi, bolehkah aku melihat kamu tersenyum untukku sekarang juga dan untuk seterusnya?

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: