Semesta

Kamu bukan Semesta.
Dimana semuanya akan kehilangan nyawa bila kamu tak ada.
Kamu bukan Matahari.
Dan semesta tidak berpusat padamu.
Kamu bukanlah Bumi.
Dan karena itu, bulan tak harus mengitarimu.

Kamu bukanlah siapa-siapa, sehingga tanpamu pun, aku (kini) baik-baik saja.
Kamu dan aku, sama saja. Kita bukanlah siapa-siapa.

Kamu bukanlah suku kata.
Ketika aku menulis, itu semua bukan selalu tentang kamu dan dia.

Dan kamu bukanlah aksara dalam puisi Jawa.
Dimana, aku mengukir setiap katanya dengan rasa setia.

Kamu, dulu, adalah Semesta.
Meski hanya sementara.

*inspired by Mbak Kika*

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: