Kadaluarsa

Cintaku tak perlu dilabeli dengan tanggal kadaluarsa. Mungkin karena di dalamnya cuma terkandung bahan pengawet alami yang hanya aku yang bisa memberikannya. Bahan pengawet yang aku beri nama, kasih.

Cintaku tak perlu diikutkan uji kelayakan. Ataupun harus lolos uji halalnya. Sudah tercantum jelas, cintaku mengandung bahan bersahabat yang memberikan kebaikan untuk layak konsumsi. Tertempel di hatiku, tanda halal dan sah bila kamu memperistriku.

Cinta yang ada di aku tidak perlu kuobral dengan separuh harga atau tanda ‘buy 1 get 1’. Harganya mahal dan tidak ada penggantinya. Dengan cinta yang kupunya, maka dipastikan aku akan selalu ada di rak berlabel ‘Best Seller’ tanpa pesaing dari perusahaan manapun.

Ketika kamu meraihku dari rak, maka kujamin, kamu tak perlu melihat banyak-banyak semua bahan yang terkandung di hatiku. Semuanya halal dan menyehatkan.

Sayang sungguh sayang, cintamu buatku sudah kadaluarsa. Menghilang seperti barang di keranjang obral. Entah bagaimana, kamu sendiri penyebabnya.

Hei, kamu selalu tahu caraku mencintaimu kan?

Tanpa tanggal kadaluarsa.

2 Comments

    1. Aha.. Dapatkan di hati anda!

      E
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: