Senyum Ala Roberto

Cursor-ku berhenti di 1 halaman web yang beberapa bulan belakangan ini sering kutengok.

Profil facebook-mu. Ku-refresh lagi dan halaman itu tiba-tiba hilang. Seperti tidak pernah ada. Lampu indikator wifi berkedip merah.

‘Ah, tak ada koneksi wifi. Putus sudah.’

Aku membatin letih. Sedih. Halaman profil facebook-mu itu adalah satu-satunya obat rinduku akan kamu.

“Bella, you shouldn’t have opened your gadget when you’re in a dining place.”

Pria bule. Tampan. Terlalu tampan,bahkan. Aku sepertinya kenal. Sepertinya.

“Si. It’s urgent. I need to be attached 24 hours to these gadgets.” Kataku seraya menunjuk blackberry, Macbook dan android yang kupegang di tangan kiri.

“Ah, bisa bahasa Italia?”

“Si. Alquanto.”

“Mau pesan apa?”

“Nicoise salad and ice lemon tea.”

“Itu saja? Yakin? Badanmu terlalu kurus. Pesan lagi. Aku sarankan kamu pesan beef lasagna. My treat.”

Si bule tampan dengan polo shirt warna hitam, jeans berwarna gelap dan sepatu keds putih biru ini menyerocos saja.

Aku cuma sanggup untuk menganggukkan kepalaku.

Entah bagaimana aku bisa terdampar di restoran Italia. Trattoria apa deh. Di bilangan Kemang. Hari kerja, siang hari pula.

Suasana restoran ini nyaman. Si bule italia tadi pun tampan. Maksudku, tampan. Hanya tampan, berbahaya. Ada tanda di keningnya kalau dia harus dijauhi. Bisa bikin sakit hati.

Pesananku datang. Bukan bule Italia yang mengantar.

“Makasih mas. Ehm, yang tadi nyatet pesanan saya siapa sih,mas? Waiter juga?”

Si pelayan tersenyum. Hidungnya mancung. Lesungnya bikin lemas dengkul.

“Roberto? Dia ownernya mbak. Memang gayanya begitu jadi gak keliatan kalau dia ownernya.”

Diletakkannya secarik kertas di mejaku. “Dari Roberto, mbak.”

Tertulis disana.

“Bella, ti ricordi di me? Ci siamo incontrati al bar in Yogya.”

Lalu, aku terdiam. Mencoba mengingat. Yogya. Coffee shop. Bule. Tampan.

‘Ah dia lelaki berbahaya.’

Roberto melihatku dari balik bar. Tersenyum. Mengedipkan mata. Berbahaya. Lelaki tampan itu berbahaya. Layaknya beef lasagna yang enak tapi penuh dengan lemak.

‘Aduh, kupu-kupu beterbangan. Menendang perutku.’

6 Comments

    1. Ah pasti deh. Mesti iki. Haha..
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: