Drama satu babak

“Kita pulang yah? Mau kan?”

Bayu datang. Dia menemukanku, accidentally. Menjemputku di coffe shop itu. Menggandeng tanganku. Erat. Rasanya waktu berhenti tiap kali aku bersama Bayu. Ada hangat yang menjalari ujung jariku.

Kemanapun kamu pergi, aku ikut kamu, Bayu. Kemanapun.

*

Ruang tunggu bandara Adi Sucipto begitu ramai. Aku memilih masuk toilet, lagi. Sama persis ketika aku berada di coffee shop tadi.

Aku masih Hanum yang sama. Hanum yang lari dari pesta pernikahannya sendiri. Dengan gaun pengantin warna gading yang panjangnya hampir menyentuh lantai. Tadi Bayu mengangsurkan jaket hitamnya. Jadi, klop-lah, bila setiap orang melihat ke arahku. Pakaianku aneh.

Tak apa-apa. Bayu ada buatku. Yang penting dia. Kumasukkan tanganku ke dalam kantong jaket Bayu. Ponsel android Bayu berwarna hitam. Tak pernah diganti dengan yang baru.

“Ponsel ini penuh dengan memori. Kamu. Gak rela kalo ini sampai hilang atau diganti dengan yang baru.”

Bayu manis.

I don’t know when you and I stop being us. Do you love me more than words?

**
Menaiki MRT dengan jam terakhir kadang-kadang menyenangkan. Tak perlu berjubel seperti ikan pindang di dalam kaleng.

“Hanum, kamu ngelamun lagi?”

Sahabatku, Ale, duduk di seberangku. Kami berdua menaiki MRT menuju stasiun Lavender. Berjarak hanya satu pemberhentian dari Bugis Street.

“Iya. Lagi inget Bayu.”

Aku dan Ale bertemu pertama kali di sebuah coffee shop di Yogya. Setelah itu entah bagaimana setahun berlalu dan kami berjumpa di Singapura.

Setahun setelah aku memilih pergi dari Bayu. Meninggalkan dia dan menyimpan dalam-dalam setiap memori tentang kami berdua.

“Kamu cinta dia kan? Kenapa ninggal dia?”

“Eh, siapa bilang aku ninggalin Bayu?”

Ale menatapku dengan raut muka bingung. Lavender sudah terlihat. MRT pun berhenti.

“Lah, jadi kamu gak pisah ama Bayu?”

Ale berjalan mengekor di belakangku. Kami berdua menyusuri stasiun MRT yang sudah sepi.

“Pisah? Itu Bayu. ”

Kuarahkan telunjukku ke pintu keluar MRT. Bayu sudah menungguku.

3 Comments

    1. Masih dong. Hehe.. Ini cuma spin off kok dek.

      Jd, si hanum pindah ke singapore ama bayu. Lalu, bersahabat sama Ale. Cuma Ale gk prnah tau aja kl hanum masih sama bayu.
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    2. waah, bisa jadi novel tersendiri itu nanti..
      baidewei the coffeshop croniclenya keren mbak..
      apalagi aku kemarin dapat gratisan, hadiah dari mbak latree.. hehhehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: