Benarkah kamu tahu?

Kamu benar-benar tak banyak tahu tentang aku.

Hal-hal kecil yang akan aku lakukan buatmu, misalnya.

Aku yang takkan lupa menelponmu sebelum kamu pulang kantor. Menanyakan jam berapa kamu akan sampai rumah. Sudah sholat maghrib? Jangan lupa makan. Aku harus mencatat di kepalaku bahwa kamu takkan memeriksa ponselmu dari waktu tidurmu hingga kamu tiba di kantor pukul sepuluh. Aku tak bisa apa-apa.

Aku yang mulai hapal kebiasaanmu. Menyimpan sekotak besar brownies original choco sebagai camilan. Pengganti makan besar. Kamu yang lebih sering minum teh tarik panas instan ketimbang banyak minum air putih. Menyimpan banyak camilan penuh dosa di meja di sebelah tempat tidurmu.

Sungguh, kadang-kadang aku iri dengan metabolisme tubuhmu. Tetap kurus. Apakah kamu tahu tentang hal ini?

Aku, yang kelak bila jadi istrimu, berjanji takkan bicara dengan nada tinggi. Yang akan mendengarkan ceritamu sebelum pergi tidur. Yang akan menyimpan blackberryku bila sudah di rumah bersama kamu. Kamu yang bercita-cita ingin punya coffee shop. Melarang penggunaan ponsel di coffee shop-mu kelak. Persis seperti Luke di serial TV ‘Gilmore Girls’.

Aku akan ikut kemanapun kamu mau pindah kerja. Itu sebabnya, aku mau jadi penulis saja. Fleksibel, bisa ikut kamu kemana-mana. Kelak, kalau kamu dinas keluar kota, aku akan menyiapkan bajumu. Melipatnya satu persatu dengan rapi. Lalu, kupasang tag bertuliskan nama hari. Kemeja biru tua dan celana jeans buat hari Selasa, kemeja coklat garis-garis dengan celana coklat tua buat hari Kamis. Hari Jum’at, tentu saja baju koko warna krem supaya bisa kamu pakai buat sholat Jum’at.

Tahukah kamu kalau aku hapal semuanya?

Aku mau setiap pagi bangun lebih dulu supaya bisa melihat kamu bangun dan senyum malu-malu. Jadi, aku bisa menciummu cepat-cepat.

Kelak bila kita jadi suami istri, aku mau kamu yang jadi imam-ku. Saling mengingatkan sholat lima waktu. Puasa sunnah Senin Kamis. Bekal untuk masa depan bakal keluarga kita, kelak.

Tak perlu rumah besar, cukup yang sederhana. Berwarna abu-abu dengan kayu jati warna coklat sebagai pagarnya. Ingat gak? Kita bisa menunda punya anak, tak apa.

Menghabiskan akhir minggu dengan mengerjakan hal-hal yang menjadi kesukaan kita. Kamu boleh bermalas-malasan. Bangun tidur siang asal tak melewatkan waktu sholat dan jam makan. Mengaji bersama setiap Kamis malam Jum’at. Kamu pun boleh tak bercukur di akhir Minggu.

With you, love wouldn’t be any better.

Aku janji tak akan membuatmu khawatir. Selalu bilang kamu kemanapun aku akan pergi. Setiap hari, kita bisa terlihat seperti pasangan menikah yang pacaran melulu. Aku juga takkan marah bila kamu tak ingat tanggal-tanggal penting. Hari ulang tahunku, misalnya. Atau tanggal pernikahan kita, tanggal kapan kita berkenalan pertama kali. Tak apa, sungguh. Kamu punya aku untuk mengingatnya.

Diam-diam mencuri ciuman di bibirmu. Berkali-kali mengecup keningmu. Dan juga pipi serta hidungmu yang mancung itu. Kalau kacamata tanpa bingkaimu mengganggu ketika kita sedang bercumbu, aku akan lepaskan saja dari wajahmu.

Kamu tahu kan aku tak pernah bosan menciummu?

Kita takkan bertengkar tentang apapun. Pegang kata-kataku. Aku takan memaksamu untuk makan nasi bila kamu bilang sudah kenyang. Akan menyuapimu karena ingat kamu tak mau ribet makan ikan dan memisahkan duri-durinya.

Tahukah kamu?

Sebelum kamu berangkat kerja, aku akan bilang, ‘Ganteng, semoga Tuhan ngasi rizqi yang banyak yah ke kamu.’ Persis seperti kata Alexandra ke Beno di novel Twivortiare.

Aku berdo’a usiamu panjang. Agar kita berjodoh. Sekarang. Besok hingga masa depan. Dan umur kita tak bisa diajak berkompromi lagi.

Kamu bilang kamu tahu aku. Banyakkah itu,sayang?

Rasanya kamu lebih sering memikirkan pendapat banyak orang. Ketimbang menanyakan cerita tentang hariku.

Aku tak mau bertengkar denganmu. Karena kamu selalu punya cara sendiri untuk membuatku tersenyum.

Benarkah kamu tahu aku?

Semoga jawabannya ‘iya’.

11 Comments

    1. Iya ih. Kamu.. Kamu.. Yuhu…
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    1. Syalalalala… Syalalalalala..
      Ama Bayu aja, tukang las hatiku..

      Mihihihi…

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  1. Kayanya hanum lebih romantis dari Bayu..itu yg bikin Bayu klepek klepek deh..and ur story is just like mine now, married and being a writer..tpi tertempelak di kata-kata i follow u anywhere..yg nyatanya skrg ga bisa gitu, ada waktu2 aku ga bisa ikut dia tugas.. 😦 *curhatcolongan*

    1. Kenapa kok nangis?
      *peluk*
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: