Aku cantik hari ini

Kulihat dia mematut diri di kaca. Setelah mandi, berbalutkan handuk warna biru muda. Terdiam.

Tiba-tiba menitikkan air mata. Memoles mata sembabnya dengan krim anti noda. Menebalkan bedak untuk menutupi kesedihan di raut wajahnya.

Dan dia menitikkan air mata. Entah sudah berapa lama.

Diulang lagi ritual krim anti noda. Bedak tebal dan pemulas bulu mata. Supaya si mata terlihat bercahaya.

Buatku, sia-sia saja. Aku tahu rahasianya. Kesedihan yang datang ketika dia di kamarnya. Kesedihan yang kerap kali tak bisa disembunyikan karena tak ada lagi lawan bicara. Dan bila malam tiba, aku mengintipnya dari balik jendela. Dia sedang berkisah tanpa suara. Menangis sesenggukan.

Ah, aku iba. Lihatlah, dia tampak sumringah. Tapi itu hal biasa. Senyum tampak muka bukan hati yang sebenarnya entah hilang kemana.

Rok lipit warna permen. Blus cerah warna matahari. Luar biasa cantiknya.

Sayang, dia hanya melihatku saja. Aku yang cuma bisa mengintipnya dari balik remang kotak kardusku.

Aku cantik hari ini. Besok. Lusa. Setiap hari, bila si cantik ini mau mengenakan aku di kaki indahnya.

Aku, si sepatu warna gading yang selalu dikenakan si cantik untuk menemui si dia.

Ah, cantik. Tapi sedih luar biasa. Buat apa coba?

4 Comments

    1. *elus2 si sepatu*

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: