Tak selalu sama

Sudah kesekian kalinya aku membalikkan badan. Tak tenang. Belum ada kabar sejak keberangkatanmu tadi siang.

Tik tok tik tok.

Aku ketiduran.

***

Bunyi ponsel. Bergetar. Dari Aa’.

“Beb?”

Aku mengetikkan balasan.

“Udah sampe yah? Ini pake nomer telepon Singapore?”

Balasan lagi.

“Iya. Gak asik ah. Naek flyer tapi sendirian. Harusnya kamu ikutan beb.”

Aku tersenyum riang. Senang. Merasa diinginkan.

“Cepat pulang dong yang. Jangan kelamaan di sana.”

“Sabar yah sayangkuh. Dua hari lagi aku pulang.”

***
Tanpa kamu, semuanya jadi tak sama. Bahkan hingga sekarang.

Aku kangen terjaga hingga dini hari bersamamu. Kangen dengan pesan-pesan singkat yang lucu kiriman darimu. Kangen dengan email-email menarik darimu. Kamu memang serba tahu.

Bahkan malam ini, aku masih sering memikirkan kamu. Memikirkan kenapa itu yang kamu jalani. Aku belajar menjadi dewasa. Mengerti bahwa kamu mencintaiku dengan cara yang salah, dulu.

“Semuanya akan tetap sama beb. Percayalah. Aku ada buatmu. Selalu.”

Ah kamu. Tak akan sama. Tak selalu sama situasinya.

Tak bisa seenaknya lagi memanggil sayang. Tak bisa seenaknya mengakui kamu sebagai pacar.
Tak bisa berharap kamu akan balas berkata kangen padaku. Atau berkata kalau kamu sayang.

Maukah berusaha lagi? Pelan-pelan? Berjuang?
Paling tidak hingga semuanya kembali seperti dulu?
Tak selalu sama. Tak apa. Tapi aku tetap berjuang buat kita.

Kamu tahu itu kan?

*ditulis setelah chatting via gtalk dengan kamu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: