Di balik senyum manismu

Bagaimana mungkin aku menyerah bila semua hal tentangmu membuatku makin kuat?

Segelas teh tarik panas selalu mengingatkanku padamu. Kacamata berlensa jauh dan silindris, itu pasti kamu. Selimut usang warna merah kesayanganmu dan caramu bergumul dengan selimut itu membuatku tersenyum.
Suara protesmu saat aku memegang blackberryku. Kamu yang malas mandi saat akhir minggu. Hujan deras yang turun tanpa kenal waktu, tak romantis katamu. Mencuri ciuman dari bibirmu, itu salah satu keahlianku

Lalu, kamu akan tersenyum manis padaku. Tersenyum lucu.

“Move on lah. Aku akan tetap selalu ada buatmu.”

Aku menggeleng kuat. Aku tahu apa yang aku mau. Jangan memintaku berhenti berjuang. Aku bisa meluluhlantakkan kerasnya hatimu. Aku bisa membuat ibu jadi restu padamu. Jangan membuatku menyerah.

Cukup senyum yang manis buatku.

Karena ada aku di balik setiap senyum manismu.

***
Tapi itu bertahun-tahun yang lalu. Melihat kamu yang mengulet dan mengerang di pagi hari itu sungguh nikmat.

“Pagi mantan pacar. Teh tarik?”

“Kok mantan pacar?”

Kamu pun tersenyum lucu.

“Pagi suamiku sayang. Gimana tidurnya semalam?”

Dan kamu mengerling nakal. “Menyenangkan.”

Menciumku mesra pelan-pelan. Senyum manismu itu loh yang membuatku kuat berjuang. Cuma aku yang bisa membuatmu tersenyum manis seperti itu.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: