Merindukanmu

Semalam, tangisku pilu. Saking lelahnya, aku tertidur pulas hingga jam dinding menunjukkan angka 7. Aku terlambat pergi ke kantor.

Hujan deras mengguyur kotaku. Hujan yang mengingatkanku padamu. Dan kebersamaan kita yang tak terlalu lama. Tapi cukup untuk menempelkan kamu di setiap pori-pori ingatan otak belakangku.

Aku memilih untuk mengnon-aktifkan ponsel androidku. Banyak pesan singkat yang ada di dalam memorinya. Pesan singkat yang saling kita kirimkan. Berbalasan tak kenal waktu. Tepatnya 1627 pesan singkat terhitung datang darimu termasuk di dalamnya 7 pesan multimedia.

Ah, foto keluargamu, fotomu ada semua di situ. Semua tersimpan rapi di dalam memori ponsel androidku. Dimana akan ada gambar dirimu tertera bila kamu menghubungiku.

Selembar koran ada di pangkuanku. Kamu menjadi headlinenya.

“Ikram Hamizzan, si novelis sukses yang betah melajang di usia yang sudah kepala 4”

Ah, aku merindukanmu hingga benar-benar pilu. Kamu menungguku.

KLING. Bunyi pesan singkat masuk.

From : Moreno
Beb, aku jemput jam 5 nanti. Jadi fitting kebaya kan?

Aku tersenyum. Moreno-ku. Belum sempat mengetikkan balasan, dering ponsel membuatku segera menerima teleponmu.

Kamu.

“Sayang, nanti jadi makan malam bareng kan?”

Aku meng-iyakan. Ikram-ku yang setia sendiri demi restu keluargaku.

To : Moreno
Beb, desainernya tadi kasi kabar. Fitting di reschedule besok.

Sent.

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: