[#15HariNgeblogFF] [2] Dag dig dug!

Hatiku tak tenang. Berdegup kencang tak karuan.

Entah kenapa, sepagian ini aku merasakan bimbang. Tak enak perasaan. Menunggu kamu yang tak kunjung memberi kabar.

Kamu kemana sih, sayang?
Masa kamu tak ingin mendengar suaraku barang sebentar?
Atau menanyakan kabarku yang jauhnya berjengkal-jengkal?

Aku menghela napas panjang.

Bahkan, hingga malam jelang, tak ada pengumuman. Tak ada getar ponsel pintar yang menyiratkan bahwa kamu tak pingsan. Tak ada apapun.

Dan tiba-tiba saja, tengah malam kita bertengkar. Aku katakan kamu tak peduli lagi. Kamu bilang aku tak bisa mengerti.

Kamu bilang aku jalang.

Bunyi jantungku tak bisa diredam.

Dag dig dug!

Aku lebih baik menghilang sekarang.

Dan pagi datang lebih awal, kulihat kau berteriak tak karuan. Kaubilang, “Jalang!”

Aku ingin melepaskan pukulan, tapi tak usah. Dan aku tersenyum senang. Ingat kejadian 2 jam sebelum fajar menyerang. Aku berbisik padamu lewat telepon genggam.

“Tadi pacarmu kumutilasi. Kini sedang dijahit dengan benang. Nanti kukembalikan, tapi jantungnya kubawa pulang.”

Ah, memang tak enak rasanya jadi selingkuhan.

*meminjam dua kalimat dahsyat dari fräulein kyu yang dipublish via ngerumpi.com berjudul Pacar.

23 Comments

    1. Serius Fit?

      Turu!
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: