[#15HariNgeblogFF] [1] Halo, siapa namamu?

Android-ku tergeletak begitu saja di meja.Beserta selembar kertas berisikan sejumlah angka di sebelahnya. Entah milik siapa. Kertas itu, maksudnya.

Aku masih teringat sesosok mahluk manis di ujung koridor yang sering aku nanti setiap hari.

Kalau mahluk manis ini terlihat di kejauhan, aku akan segera membetulkan posisi kacamata. Supaya benar-benar yakin kalau mahluk manis itu dia.

Aku akan duduk di sebelah pintu ganda tempat mahluk manis ini masuk melangkahkan kakinya ke kantin kantor. Manis. Buatku cukup. Dia manis.

Dengan blus rapi dan sepatu hak tinggi. Senyumnya tipis. Tapi manis.

“Bagas.. Bagas.. Mau sampe kapan kamu cuma ngeliatin si manis itu?”

Akupun tersenyum sinis. “Tenang saja, pasti ada waktunya.”

Nomer telepon si manis pun, aku tak punya. Jangankan bicara, menyapa sederhana saja, mana bisa. Gak berdaya, apalagi kalau dia tersenyum tipis. Tekadku langsung habis.

“Aku punya nomer teleponnya nih, mau gak, Gas?”

Aku sumringah. Berbinar cerah. Kutimang-timang serangkaian angka di selembar kertas.

Telpon. Enggak. Telpon. Enggak. Telpon.

Aku mengetikkan angka-angka itu di layar sentuh androidku. Call? Yes.

Abort call.

Aku tak berani. Rasanya aku tak punya nyali. Bukan begini. Bukan begini caranya mencuri hati. Selembar kertas dengan angka yang tertera berakhir begitu saja. Di atas meja.

***
Aku hanya menggeleng pelan keesokan harinya ketika temanku bertanya. Tidak. Belum. Iya, aku tak berani menghubungi si manis. Tepatnya, tidak sopan rasanya. Dia pasti bertanya-tanya bagaimana aku mendapatkan nomer teleponnya. Mengapa aku tiba-tiba menghubunginya. Yang lebih parah kalau dia bertanya siapa aku berani menelponnya.

Aku berjalan terburu-buru ketika jam makan siang tiba. Dan si manis ada di ujung sana. Berjalan berlawanan arah menujuku. Jantungku hampir berhenti seketika. Kubetulkan posisi kacamata.

Ah, ini kesempatanku menyapanya.

Dia seorang diri saja. Dengan genggaman erat terarah pada blackberry-nya. Aku menghembuskan napas perlahan. Bersiap meregang kata-kata. Sebelum tiba-tiba, ada suara yang selalu ingin kudengar sebelumnya.

“Halo, siapa namamu?”

Dia duluan menyapa.

11 Comments

    1. Iyah.. Si manis juga pengen nyapa haha..
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    1. Abisnya, si Bagas hobinya ngeliatin doang, lama!

      Haha.. Tapi, kl itu kejadian ke aku, walah, aku pasti juga ikutan diem aja.
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: