Cinta tak perlu cuti sakit

Aku heran.

Heran padamu.

Bisa – bisanya mencintaiku tanpa kenal waktu. Setiap hari, tanpa mengeluh sedikitpun. Kamu bisa mencintaiku tanpa hari libur. 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tanpa menerima bayaran sepeserpun, bila memang harus lembur mencintaiku.

Dan kamu akan selalu menjawabnya ;

Biar saja tanpa jeda. Toh mencintaimu memberiku nyawa. Seperti nafas yang aku lakukan tanpa perlu perhitungan. Jadi untuk apa aku membutuhkan libur.

Aku ingin mencintaimu dengan caramu mencintaiku saat ini. Menjadikannya sebagai pekerjaan tetap tanpa basic salary, komisi atau tunjangan apapun. Mencintaimu tanpa bosan layaknya aku yang bangun di pagi hari, menyeduh 2 cangkir teh lemon dan berangkat ke kantor dengan berjalan kaki.
Aku mau mencintaimu tanpa rasa jenuh.


Aku belajar mencintaimu seperti kamu yang tak jenuh mencintaiku. Tak kenal hari Minggu. Tak perlu mengurangi jatah cuti tahunan ataupun mengambil cuti sakit karena kelelahan. Kalau bisa, dicintaimu dengan sepenuh hati adalah bonus akhir tahun buatku. Sesederhana itu.

Tapi…

Saat ini, aku mencintaimu selayaknya hobi yang kukerjakan di waktu luang. Yang akan kutinggalkan saat aku butuh ruang. Yang akan kukerjakan mati – matian karena aku sedang keranjingan.

Maafkan aku ya?

Karena mencintaimu dengan caraku. Bukan dengan caramu, meski aku mau.

*as an answer to Firah‘s Cinta tak kenal hari libur.

13 Comments

    1. udah dooong.. kan yg aku rituwit tuwitan kamu yg ada link 2-2nya~ ini lagi baca2 di tempat dia juga.. Hihii, keranjingan ff..

      Tapi bener yah, ati2, ditinggal jadi freelancer gawat loh. Beberapa freelancer kenalanku banyak yg bilang freelance IS a job.

      kurasa jadi freelancer asyik juga. capek nungguin ‘kerjaan tetap’ yg gadapet2, milih yg laen mulu. *kok malah curhat*

    2. Ahey.. Kayaknya bisa nih digarap jadi cerita :))
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    1. Yeee.. Punya kamu cakep bener tulisannya. Kalo gak ada tulisan kamu, mana mungkin ada tulisan ini.

      Makasih Firah.

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  1. “Biar saja tanpa jeda. Toh mencintaimu memberiku nyawa. Seperti nafas yang aku lakukan tanpa perlu perhitungan. Jadi untuk apa aku membutuhkan libur.”

    nice!

    eniwei, salam kenal mbak wangi!

    1. Wah terima kasih, cantik 🙂

      Gih klik juga link di post itu.
      Tulisan ini adalah balasan untuk post yang ditulis oleh @firah_39

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: