[FF] Sakpenak udhelmu dhewe

“Putuskan aku yah?”

Aku terpana. Perempuan ayu bersahaja ini duduk di depanku, dan berkata,

“Iya, kamu gak salah dengar. Putuskan aku yah?”

“Kenapa,Jeng? Kok tiba – tiba?”

Adalah Diajeng Pradanti, perempuan Jawa ayu yang aku yakin akan bersanding denganku nanti. yang akan mengurusi aku, hatiku serta bakal anak – anak kami di masa depan nanti. Aku bertemu Ajeng tujuh tahun lalu ketika dia masih duduk di bangku kuliah. Lekuk senyumnya yang sederhana membuatku jatuh cinta seketika.

“Harus pake alasan?” Ajeng menegaskan.

“Lha iyo to, masak kamu minta putus kok tiba – tiba? Apa kata Romo nanti?”

Ajeng menghela napas. Seperti ada beban yang terhimpit dalam rongga dadanya. Ini bukan Ajeng yang kukenal. Ayahku, yang biasa dipanggil Romo oleh Ajeng, begitu tresno padanya. Begitu sayang dan berharap bahwa Ajeng akan menjadi menantu satu – satunya di keluarga kami.

“Bilang saja pada Romo, aku sudah gak cinta kamu lagi. Gampang kan?”

Hening menghujam. Ini tak bisa dibiarkan. Mana bisa Ajeng pergi begitu saja. Ajeng kan mencintaiku.

“Kamu selingkuh? Aku bisa memaafkan kamu kok. Sungguh bisa.” Aku rela diduakan oleh Ajeng asalkan dia tetap ada buatku.

Ajeng tetap diam saja. Teh hangat yang disajikan olehnya aku diamkan saja. Ajeng masuk ke dalam kamarnya. tak lama kemudian dia menyerahkan selembar foto yang membuatku terperangah. Aku memang mencintai Ajeng, terlampau mencintainya. Bahkan bisa jadi gila kalau ditinggalkan dia. Tapi, itu dulu. Sebelum aku bertemu dengan Chintya. Wanita yang kutemui saat aku bertugas di Ambarawa. Dan aku yakin Ajeng takkan mau cintaku dibagi dua, terlebih lagi dengan Chintya.

“Maafkan aku, Jeng.” Aku memegang tangannya yang halus. Ajeng mengelak.

“Pergilah. Lupakan aku.”

Pintu rumah dibuka. Aku dipersilakan keluar. Tapi, aku tak bisa.

“Jeng, menikahlah denganku. Kuberikan semuanya yang kamu mau, asal kamu memberi restumu buat aku dan wanita itu.”

“Sakpenak udhelmu dhewe.”

Ajeng melontarkan kalimat itu, mendorongku keluar seraya melemparkan foto. Iya, fotoku yang sedang berciuman dengan Cyintya, wanita yang dari jakunnya terlihat jelas kentara bahwa dia seorang pria.

2 Comments

    1. Hehe.. Kebiasaan pake bahasa Jawa :))
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: