[FF] Tinggalkan pesan

Berkali – kali kuhubungi ponselmu.

Tak ada jawaban. Hanya ada nada dering bersahutan.

Lalu, kuketikkan pesan – pesan singkat entah sudah yang keberapa kalinya. Tak satupun ada balasan. Kemana sih kamu? Tak biasanya kamu seperti ini.

Aku sangat tahu bahwa jari jemarimu begitu terlatih mengetukkan langkah di atas keypad kecil ponsel pintarmu.

Meskipun, tak pernah kamu berikan nada, kamu akan segera membalas setiap pesan. Mengangkat setiap panggilan. Menjawab setiap chatting tiap kali lampu LED nya berkedip merah.

Tapi, tidak kali ini. Tak ada reaksi.

Aku menanti

***
Aku kehilangan mood untuk melakukan apapun. Termasuk menerima teleponmu. Semuanya melelahkan. Dan aku memang benar – benar lelah. Kuaktifkan layanan mailbox pada ponsel pintarku. Supaya kamu bisa mendengarkan suaraku.

***

“Halo.. Sayang? Kemana aja?” Aku bahagia. Ada suara Inga di seberang sana. Kekasihku yang tak akui.

Ah, ternyata cuma voice mail. Maka, kupencet kembali tombol berwarna hijau.

“Wisnu, gak mau liat Inga dulu? Petinya mau ditutup.”

Aku lupa. Kamu tak lagi ada. Untuk bersuara. Belum apa-apa, aku sudah rindu suaramu.

‘Halo.. Ini Inga. Sedang tidur. Kalau mau bicara, setelah bunyi ‘beep’ , tinggalkan pesan.’

11 Comments

  1. Ini apaaa?!!! *mendadak horor*
    Ogh, tidaaak, kenapa aku harus blogwalking malam2 menjelang tidur dan menemukan kata ‘peti mau ditutup’???
    #matiaja

    Be te we, Unge, gimana sih awalnya ketemu sama para penulis partner yg akhirnya bisa jadi buku? Nyarinya kemana? Mediasinya gemana? Uuugh, pengen~ Beberapa kali udah berusaha cari partner yg cocok tapi… kesempatannya selalu ga pernah pas. Pengen, Ngee~ ajarin dooong… *jejek2 tanah*

    1. Hai Darling :))
      Salah sendiri kamu baca yg bagian ini, sapa suruh coba? hihi…

      Mslh partner nulis yah? Coba deh cari temen deket yg emang suka nulis, cari yg gaya tulisannya sama ama kamu.
      Atau ikutan komunitas nulis, kenalan ama blogger2 gitu, biasanya mereka mau diajakin nulis bareng.

      Mediasinya? bilang aja langsung, tujuan kamu ngajak mereka berpartner nulis apa, pasti mereka bakal tertarik kalo tujuannya seru. Atau memang mereka doyan nulis. Gih dicoba 🙂

  2. Eh, akhirnya jalan-jalan ke sini..

    Ternyata Non Unge produktif banget.
    Jadi iri bin dengki di pagi buta begini.

    Cerita yang di atas khas banget gaya Flash Fiction-nya.
    Suka! 🙂

    1. Whoaaa.. Mas Oddie reeekk.. aku kan malu (dikeplak)
      Diriku belajar banyak darimu dan Mbak Kika, Juaranya kalo bikin Flash Fiction.
      Aku kadang terbentur malasnya hihi.. Jadi kalo ada yg bilang perangi writer’s block, aku sih terima aja deh. –“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: