[FF] Aku sedang mencintaimu, sama persis seperti kemarin.

“Sedang apa kamu? Udah nunggu lama?” Begitu tanyamu sore itu.

“Aku (sedang mencintaimu) ehm.. lagi milih menu yang aku pengen makan, beb. Baru 10 menitan.” Ujarku. Kamu meregangkan lenganmu dan mengelus pucuk kepalaku. Lalu, mencium keningku.

Aku mengenyakkan badanku di atas sofa berwarna kecoklatan. Kamu duduk di sampingku. Membuka-buka buku menu sembari melirikku setiap 2 menit sekali. Kamu kembali memperhatikan aku dengan seksama. Menggenggam erat jemariku seperti sedia kala.

Kamu mengecup pelipisku dengan rasa sayang yang berlimpah. Mencium bau shampo rambutku. Tak sedikitpun berkurang rasa kasih yang terpancar dari penglihatanmu. Ini adalah kamu yang dulu. Kamu yang aku selalu mau.

Hari ini ingatan tentang kamu datang lagi. Kamu yang kerap kali memelukku tiba-tiba. Kamu yang akan berkata bahwa tidak semua hal akan baik-baik saja tapi kamu akan tetap ada. Kamu yang selalu berkata bahwa kamu tak pernah berubah. Kamu yang bilang bahwa keegoisanku bahkan tak lebih baik dari keegoisanmu sendiri.

Jadi, ketika di suatu pagi, aku melihat kamu rapi. Dengan kerut di dahi. Bengkak di bawah mata kiri. Menghampiri. Bertanya padaku sekali lagi.

“Sedang apa kamu disitu, sayang?”

Aku menjawab, “Aku sedang mencintaimu, sama persis seperti kemarin.”

Tapi, kamu tak bisa mendengarku lagi. Kamu membelai rambutku sekali lagi. Iya, aku. Aku yang sudah terbujur kaku dalam kotak peti berwarna kelabu. Melihatmu dari balik bisu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: