FF Sebelum aku mati.

Aku menyisir rambutku pelan – pelan. Mengelusnya perlahan. Tercium bau shampo kesayangan. Samar. Bau yang kamu suka. Kuhapus polesan make up di muka. Kamu tak suka. Katamu tanpa make up, aku terlihat sederhana dan bersahaja.

Kukenakan terusan berwarna pink salem. Dan sepatu wedges berwarna putih. Aku melangkah gontai menuju mobilku. Segera berkendara ke tempat itu. Tempat kita. Selalu menghabiskan waktu. Kamu menungguku, iya kan? Tapi, kali ini aku yang akan menunggumu.

Datang lebih awal 2 jam. Aku melemparkan pandangan ke seluruh koridor ini. Diselubungi kaca sepenuhnya. Ada satu pintu yang mengarah ke rooftop. Kita seringkali bertegur sapa di sini. Saling mengungkap rindu lewat mata. Tidakkah kamu ingat?

Dering telepon genggam memecah keheningan. Namamu tertera. Lampu berkedip.

“Halo. Iya. Aku sudah disini. Kutunggu di tempat biasa.

Seiring langkahku menuju rooftop. Aku mencoba mengingat setiap memori tentang kita. Tak perlu usaha. Mereka menempel layaknya ego yang tak pernah bisa kamu hilangkan dari dirimu sendiri.

Aku melakukan hal – hal ini. Karena inginku. Kubuka pintu terakhir. Menuju sudut ruang rooftop yang paling kausuka. Kulihat kamu jauh dibawah sana. Berjalan pelan menuju gedung tempatku berdiri saat ini.

Sayang, ini adalah hal yang selalu kuinginkan. Hal yang kuinginkan. Mencintaimu.

Sebelum aku mati. Bunuh diri.

HEADLINE NEWS:
Seorang perempuan muda terjatuh dari gedung berlantai 13.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: