Terjadi lagi. Hari ini. Kedua kali.

Aku kembali tergeletak sembari memeluk erat ponsel pintarku. Berharap menunggu balasan dari seseorang. Kamu. Seperti biasa hatiku diliputi kecemasan. Terlalu khawatir. Kamu. Tak ada dering telepon. Sms yang terabaikan. Kamu yang menggampangkan semuanya. Hanya karena merasa seperti inilah kamu apa adanya. Mau? Terima saja.

Bukan pertama kalinya. Kedua kali. Aku kebingungan saat tengah malam tiba. Ketakutan beralasan kamu kenapa – kenapa. Mungkin aku berlebihan. Aku keterlaluan. Ingin tahu ada apa dengan kamu. Apakah tak boleh aku seperti itu?

Beberapa pesan singkat. 6 kali telepon tak terangkat. Sekali lagi kamu membuat jantungku berdetak diserang kekhawatiran. Entah kenapa. Aku tahu kamu takkan meminta apapun. Berlebihankah bila aku memintamu untuk menjawab dering teleponku barang sekali?

Aku ingn kamu yang dulu. Sedikit saja.

Dan pagi ini, aku masih saja menggenggam erat ponselku. Berharap ada yang bersuara lewat hampa di ujung sana. Meski sebentar saja.

*catatan tengah malam sembari menelponmu. Atau mencoba menelponmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: