Sajak bersambung

Ingin aku sepuh langit menjadi ungu. Agar kau lihat warna rindu.
Kan kutabur merah jambu, agar kau tahu aku membalas rindumu.
Lalu kusebar biru biar langitmu tak lagi kelabu.
Hingga terciptalah sulaman pelangi. Ketika hati tak lagi sepi,sendiri.
Dan bersama mentari, kita akan hadapi hari.
Lihatlah beribu keindahan tercipta jika kita tak lg sendiri. Lalu mengapa kau masih saja berkutat dengan gengsi?

Aku ingin menaklukkan pagi. Bersama hati yang kauberi.
Menjadi cahaya pertama ketika membuka mata nanti. Menjadi aroma yg kau hirup sebagai penyemangat hari.
Atau menjadi mentari untuk bumi. Lalu, menyulam langit biru menjadi rindu yang tak pernah jadi bisu.
Agar dalam hening kau dapat mendengar bisikku.
Tanpamu aku hanya debu yang menebal ditertawakan waktu.

Aku ingin mengarungi waktu. Bersama kamu hingga duniaku tak lagi biru ataupun kelabu.
Hanya ada merah jambu. Seketika itu jarak tak lagi menjadi penganggu.
Ada warna merah. Penggambaran cintaku yg membara. Juga rindumu yang bergejolak.
Di balik warna itu ada melodi. Yang mengiringi dansa kita yang kadang tertatih.
Kita saling melengkapi. Bagai harmoni dalam tiap denting putih balok piano.
Menghasilkan getaran nada sampai ke hati. Hingga tanpa satu sama lain,kita hanya nada tanpa bunyi.
Aku jatuh. Buat kamu. Bahkan tanpa kata terucap, bibirmu bisa mengoarkan bahasa rindu.

*Written by : Aditia Yudis, Firah, and Me 🙂

2 Comments

  1. Udah lama juga gk nulis yg romantis Dit.. #ngikik ini kl gk gara2 kalian jg gk bakal nulis beginian 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: