I kissed a guy. Passionately!

Yes, I kissed a guy. And Yes, it felt damn good! Yes, I broke the rules. I kissed a guy on my first date. But, He insisted that it was our second date.

Yes, I kissed a guy. Dan ciuman itu menampar ingatanku. Beginilah seharusnya aku diperlakukan. Dicintai dan diinginkan. Walaupun cuma semalam. Rasanya seperti amnesia. Bagaimana mungkin kemarin – kemarin aku membuat diriku sendiri terpuruk? Menangisi sesuatu yang gak berarti sama sekali.

Yes, I kissed a guy. Lelaki yang membuatku menghargai perasaan sendiri. Taruhlah hubungan ini takkan kemana – mana. Tapi, paling tidak there’s someone out there yang mau menghabiskan waktu denganku. Yang membuatku merasa that I was too damn precious to be wasted. Yang tidak membuatku merasa diabaikan. Dan membuatku merasa cantik luar dalam.

Yes, I kissed a guy. Membuat diriku merasa sedikit nakal. Kembali ke usia 18 an. Saat aku pertama kalinya punya pacar. Meskipun cuma nikmat sesaat, but it does gives me pleasure. Whole a lootttt.

Yes, I kissed a guy. Passionately! Even though it lasted only a night. Then, we only said “Hi!” in the next day. But, i feel no regret. What can I say? I enjoyed it. Berasa binal banget deh.

Iya. Lelaki itu mencium saya. Dengan sebuncah rasa sayang dan rasa menghargai. Dengan rasa menghormati. Dengan rasa sopan yang muncul dari senyumnya. He thinks that i’m precious. Terlihat dari caranya mencium lembut pipiku di depan pintu lift. Dari cara dia menggengam jemari. Atau menuntun sembari memeluk dari belakang.

Dan Aku balik mencium dia. Membalas rasa sayang yang terkuar dari bibirnya. Lust. Tapi, membawaku terbang ke langit ketujuh. Aku menggenggam jemarinya tanda menghormati rasa sayangnya. Dan tersenyum ketika dia menuntun. Memeluk dari belakang atau sekedar mencium kening dan pipiku.

Aku mencium dia. Sejujurnya. Biarpun kupu – kupu dalam perutku terbang begitu saja. Hilang entah kemana. Tapi aku menikmati setiap detiknya. Meskipun keesokan paginya, kami cuma saling menyapa. Dan saling tersenyum menggoda.

Halo, kamu siapa?

Sekedar tulisan
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

3 Comments

  1. bagus, tp penggunaan ‘saya’ jd bikin alirnya terasa canggung dan kaku, terkesan formal n tdk bebas, tdk seperti plotnya yg ringan dan bebas. kalo kata ‘saya’ di ganti ‘aku’ bkl lbh enak bacanya^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: