Upgrade hati

Ada saatnya kita tahu kapan harus pergi dan kapan harus bertahan. Tapi terkadang ketika kita harus beranjak pergi, kaki kita memang melangkah tapi hati enggan meninggalkan. Seperti aku yang masih saja termangu menunggu kamu. Padahal aku jelas – jelas tahu bahwa kamu sudah tak menginginkan aku.

“Kamu mau sampai kapan kayak gini terus?”
“Aku gak tau.”
“Masih mau bertahan? Menyakiti hati kamu sendiri?”
“Aku takut melangkah. Aku tak punya keberanian.”

Lalu, dia datang. Menawarkan rasa penghilang dahaga. Baik hati, tampan dan menyenangkan. Sempurna. Terlalu sempurna buatku.

“Ayolah, cuma kencan biasa. Kalian berdua.”
Aku menggeleng. “Tidak. Aku akan menolak ajakannya.”
“Tapi, kenapa?”

Aku diam. Hening.

“Cuma kencan pertama. Selebihnya semua terserah hatimu. Apa sih yang kamu takutkan?”

Dan aku masih saja bisu. Gagu. Kaku.

Sahabatku ini tak tahu. Aku takut semuanya. Aku takut melangkah. Aku takut meninggalkan yang dulu. Aku takut menghadapi yang baru. Aku juga takut akan setiap kencan pertamaku. Aku takut akan menghancurkan kesempatan yang aku punya.

Bahwa buatku, terdiam disini dan menunggumu adalah jalan terbaik buatku. Bahwa aku mungkin takkan bisa menggantikanmu dengan yang baru.

Blackberry bergetar. Sms masuk.

“So do you have any plans for tonight? We can go out if you like.”

Dan tiba – tiba saja aku tersenyum.

“Sure.”

Mungkin takkan seburuk itu. Aku berbisik dalam hati.

“Maaf yah aku selingkuh dulu untuk meng-upgrade hatiku.”

As written for Flash fiction #NBCSby3
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: