Tale story

One’s fairy tale is always someone else’s nightmare…

Aku merenungi cuplikan kalimat. Potongan 28days. Mengerikan. Betapa sekalimat itu memberikan impact besar. Andil untuk moodku terombang-ambing.

Membaca ulang email yang dikirimkan kawanmu. Memintaku untuk tidak terus maju. Tak lagi mengharapkanmu. Indikasi yang tersirat bahwa aku tak usah bertahan. Bahwa aku tak pantas mendapatkanmu.

Atau mungkin..

Karena kamu sudah memiliki yang lain? Tidak mungkin. Aku tahu kamu. Atau KURASA aku tahu kamu.

Kalau memang itu benar alasannya. I’ll be the broken hearted. Padahal, it’s supposed to be your loss.

Tak seharusnya aku sedih. Toh, aku tak kehilangan apapun. Jujur, kamu tak memahamiku. Aku tak mengerti maumu. Terkadang kamu punya pemikiran yang salah. Tapi tak mau bertanya. Kamu terbelenggu dengan pikiran-pikiranmu itu.

Entahlah. Aku lelah.
Menganalisa.

Mungkin alasannya mudah.

Kamu tak lagi suka aku.
Kamu ilfil denganku.
Kamu mati rasa padaku.
Kamu menyukai orang lain.

Yang manapun itu. Semuanya menyakitiku.

Aku benci dengan sikapmu. Dan kelemahanku karena kamu. Tapi..
Aku sayang kamu.

Catatan tak terselesaikan. Malam merenung. Criminal Minds 6 atau menyelesaikan tulisan.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

3 Comments

  1. analyzing, actually, can be a kind of defence mechanism from getting hurt. Whatever that means. you might feel a lot better by analyzing things that happened in your life and finally get the best answer from your own galauness.

    *ngemeng epe sik?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: