Tahukah kamu?

Kamu tidak tahu aku.

Kalau aku menjadi istrimu (Well, aku sedikit berkhayal), aku akan menjadi penulis saja. Bekerja di rumah. Dengan laptop setiap saat menyala. Dan aku akan menulis tentang kita. Itu juga kalau kamu tidak keberatan. Atau aku akan mengajar Bahasa Inggris di beberapa tempat selama kau mengijinkan. Dengan setia menunggu kamu pulang kerja. Kamu selalu pulang kerja tepat waktu.

Aku memang bukan penganut Muslim yang baik. Aku terkadang melupakan kewajibanku untuk sholat 5 waktu. Aku rajin berpuasa Senin dan Kamis. Atau puasa sunnah selama seminggu penuh. Tapi, aku yakin bisa menjadi istri yang sholeh dan ibu yang sempurna untuk anak – anak kita kelak. Akan kuberikan mereka yang terbaik.

Aku ingin kita tinggal di rumah yang sederhana berwarna putih abu – abu dengan pagar kayu jati berwarna kecoklatan. Halaman belakang yang luas supaya anak – anak kita kelak bisa bermain dengan leluasa. atau kolam renang. Kamu kan suka berenang.

Berapa anak yang kamu inginkan? Aku ingin 4. Kembar lelaki dan kembar perempuan. Jangan khawatir. Aku mewarisi gen kembar di keluargaku. Rumah kita akan penuh dengan gelak canda. Aku akan menghabiskan waktuku bersama mereka.

Mengajari mereka menggambar. Kau akan melatih mereka berenang. Menghabiskan Sabtu Minggu bersama. Membaca buku. Menonton DVD. Atau mungkin berlatih Bahasa Perancis dan Bahasa Mandarin.

Eh, kita juga bisa mendirikan tenda di halaman belakang yang luas itu. Menatap bintang. Api unggun. Tidur berentetan ala ikan pindang tapi aku yakin itu menyenangkan. Kau dan bakal anak – anak kita juga harus datang di book launching-ku kelak.

Aku orang yang tidak terduga.

Denganku, kita bisa bercinta kapan saja. Dimana saja. Di tempat – tempat yang kau inginkan. Kita akan menjadi pasangan hebat di atas ranjang. Ah, tak seharusnya aku berkhayal sedemikian panjang. Buat apa? Kamu tak tahu apapun tentang aku.

Satu lagi, bila anak kita sudah dewasa. Aku akan mengajarinya dengan baik bagaimana memperlakukan seorang wanita. Tak menyakitinya. Untuk jagoanku.

Sedangkan para puteriku. Aku akan meminta mereka mencari calon pendamping hidup sepertimu. Ayah mereka.

Kamu tak perlu khawatir. Biarpun kelak kita serumah, sekamar dan seranjang. Takkan pernah cintaku berkurang. Akan terus bertambah. Hingga Tuhan memisahkan kita.

Tahukah kamu akan ini semua?

Apa? Tidak?

Tentu saja. Kita tak punya cukup waktu untuk saling mencinta.

Err, salah. Kamu yang tak pernah punya waktu untuk tahu tentang aku.

39 Comments

  1. I love this post. Sangat, sangat suka. Kalimatmu ngalir banget, Nge. This is just sooo sweet.
    Apalagi di ujung tulisannya. Sungguh, itu pamungkasnya. Dan somehow, aku jadi merasa sangat crushed baca tulisan ini. Merefleksikan perasaanku juga, dengan si you-know-who ๐Ÿ™‚

    1. sindiran nih mbak, buat cowok supaya mau merjuangin kita. Well, at least, try to know us better.. gampang kan sebenernya?

  2. I just so easy to find the real you in this post ^^ it’s just pretty clear how you figure out those feeling, love it much beh ๐Ÿ™‚ hope someday I could find a man like that and maybe it would possibly happen to me with **** #nomention ahahahahahah ^^

    1. Sama, mbak sendiri juga suka . *lalu senyum2 sendiri baca postingan ini* #eh
      Tapi, lupa kok bisa yah dulu nulis begini? #lah

    1. Terima kasih.

      Bulan depan, launching buku baru. Beli yah XD
      Sent from my BlackBerryยฎ smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  3. ohh so sweet bangettt Mbak, aiihh terbang niih yg baca.. semoga dibaca yaa.
    eheemm yg di foto itu kan Mbak si Kamu nya?? *winkwink ๐Ÿ˜‰

    1. Haha.. Eh iya. *baru sadar ama fotonya* nyahaha..

      Ini juga kalo disuruh ngulang lagi blm tentu bisa nulisnya.
      Sent from my BlackBerryยฎ smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  4. tulisan dari hati yang terdalam ya mbak? ๐Ÿ˜€ semoga si Mr “do you know” baca tulisan ini… hehehe

  5. “Kalau aku menjadi istrimu (Well, aku sedikit berkhayal), aku akan menjadi penulis saja. Bekerja di rumah. Dengan laptop setiap saat menyala. Dan aku akan menulis tentang kita. Itu juga kalau kamu tidak keberatan. Atau aku akan mengajar Bahasa Inggris di beberapa tempat selama kau mengijinkan. Dengan setia menunggu kamu pulang kerja. Kamu selalu pulang kerja tepat waktu.”

    Aku juga (‘:

  6. Hahahahaha… Aku banget nih, Nge… :D.
    Jadi penulis saja di rumah, ngurus anak yang lucu-lucu, dan tetap mempertahankan daya khayal plus ke-unpreditable-an yang melekat di diri… hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: